Archive for April 2014
Manajemen Aplikasi
Pada pembahasan kali ini anda akan mempelajari dan dapat mengerti konsep
RPM, TAR dan GZIP. menggunakan RPM, menggunakan TAR dan GZIP untuk
instalasi software .
1. MANAJEMEN PAKET SOFTWARE
Setiap system Linux mempunyai manajemen paket software, yang paling popular adalah RPM (RedHat Package Management).
RPM mengatur instalasi paket software, maintenance/upgrade dan menghapus
paketsoftware dari system, atau lebih dikenal dengan install dan
uninstall (install / remove).
RPM menyimpan informasi tentang paket yang diinstalasi dalam sebuah
database. Penghapusan paket berarti juga menghapus semua files dan
direktori yang terdaftar pada database tersebut, lengkap dengan nama
PATH (lokasi dimana file dan direktori tersebut berada).
RPM menyimpan paket dalam bentuk file yang telah dikompres dan ditulis sebagai file degan ekstensi .rpm.
2. FUNGSI MANAJER PAKET SOFTWARE
- Menghitung besar paketyang disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan disk yang masih tersedia, apakah cukup atau tidak.
- Memeriksa apakah ada library atau file- file lain yang dibutuhkan untuk software tersebut.
- Menghindari konflik dengan software yang telah terpasang di system.
- Proses instalasi tidak mengacaukan system (membuat system file menjadi terganggu / korup).
- Upgrade ke versi yang baru tanpa mengganggu konfigurasi yang sudah ada.
- Verifikasi files dalam paket tersebut.
3. PAKET SOFTWARE
Terdiri dari 2 jenis :
- Paket binary (biner), terdiri atas kumpulan program executable. Paket ini berekstensi *.rpm.
- Paket source, Berisi teks dari program yang kemudian dapat dikompilasi menjadi executable. Paket ini mempunyai ekstensi *.src.rpm.
5. RPM QUERY
RPM dengan opsi –qmemberikan informasi tentang paket sebagai berikut :
# rpm –q sambasamba –2.0.5 -1S#
Informasi tentang versi paket samba adalah versi 2.0.5.
Beberapa sub - opsi dapat diberikan, antara lain :
| i | menampilkan informasi yang lebih rinci |
| l | list (daftar) se mua file(s) |
| d | tampilkan hanya file dokumentasi saja |
| c | tampilkan hanya konfigurasi file |
| f | info tentang paket memiliki file apa saja |
| p | berfungsi pada paket yang belum diinstalasi |
| --scripts | menampilkan script untuk instalasi |
6. TAR
Tar singkatan dari Tape A Rchive. Tar mula- mula didesain untuk backup
tape, tetapi digunakan untuk membuat file tar pada semua sistem file.
tar membuat satu "tar nama versi release platform file" (yang
disebut dengan "tarball") pada beberapa file dan direktori. File tar
tidak dikompresi, hanya sebuah file heap yang dibentuk bersama dalam
satu kontainer.Sehingga file tar akan mempunyai jumlah byte yang sama
dengan semua file individu yang dikombinasikan ditambah sedikit file
ekstra. File tar dapat dikompresi dengan menggunakan gzip atau bzip2.
Contoh :
- tar –xvf example.tar mengekstraksi isi dari example.tar dan menunjukkan file yang akan diekstraksi
- tar –cf backup.tar /home/ftp/pub membuat file tar bernama backup.tar dari isi direktori home/ftp/pub
- tar –tvf example.tar menampilkan isi dari example.tar pada screen.
7. GZIP
Gzip merupakan format ZIP UNIX yang asli. Biasanya membentuk file tar
terlebih dahulu dan kemudian mengkompresi dengan menggunakan gzip. File
-file ini mempunyai ekstensi .tar.gz yang menunjukkan file tar yang di -
zip dengan gzip. Selain itu juga terdapat file berekstensi .tgz. File
ini merupakan file kompresi dengan gzip yang kompatibel dengan WinZip
dan PkZip. Sehingga file zip pada UNIX dapat di unzip pada Windows.
Contoh :
- Untuk kompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah berikut : gzip filename.tar (dimana filename.tar adalah nama file yang dikompres). Hasil dari operasi ini adalah file yang bernama filename.tar.gz. Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar
- Untuk dekompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah beriku t : gzip – d filename.tar.gz. Hasil dari operasi ini adalah file bernama filename.tar. Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar.gz
Manajemen User dan Grub
User
adalah bagian yang sangat penting dari sebuah sistem opreasi, karena
user adalah komponen dari sistem komputer yang dihubungkan oleh
sistem operasi agar dapat mengerjakan perintah-perintah atau
instruksi-instruksi yang diberikan oleh user.User berperan penting
karena user adalah pemegang kekuasaan penuh terhadap sistem operasi,
apabila terjadi kesalahan instruksi maka sebuah sistem operasi bisa
mengalami crash atau kerusakan. Dalam linux user terbagi menjadi dua
bagian, yaitu super user (root) dan user biasa yang termasuk dalam
golongan/group users. User root adalah Super User dalam sebuah sistem
linux, setiap mesin linux pasti mempunyai user root, user ini sangat
tidak dianjurkan untuk pemakaian sehari-hari dikarenakan user ini
memiliki semua akses ke semua system file dalam linux. Ini akan
sangat berbahaya apabila terjadi kesalahan dalam
pemakaiannya.
Untuk mengidentifikasi user root biasanya ditandai dalam shell/bash linux dengan tanda #, sedangkan user biasa ditandai dengan $. User biasa memiliki hak terbatas terhadap direktory file dan system file terkecuali jika permition file nya diperbolehkan oleh root (ini berkaitan dengan ‘chmod’ akan dibahas di edisi mendatang), user ini memiliki hak tidak terbatas pada home direktorynya sendiri; (misalnya: /home/dendy) dan temporary directory (/tmp).
Untuk mengidentifikasi user root biasanya ditandai dalam shell/bash linux dengan tanda #, sedangkan user biasa ditandai dengan $. User biasa memiliki hak terbatas terhadap direktory file dan system file terkecuali jika permition file nya diperbolehkan oleh root (ini berkaitan dengan ‘chmod’ akan dibahas di edisi mendatang), user ini memiliki hak tidak terbatas pada home direktorynya sendiri; (misalnya: /home/dendy) dan temporary directory (/tmp).
mengubah user hanya bisa dilakukan di dalam root dan tidak bisa di
lakukan di tempat user. Jika dibandingkan
dengan sistem operasi windows root adalah Administrator Account
sedangkan user biasa adalah user-user lain yang merupakan Limited
Account. Dalam linux daftar user dapat dilihat di sebuah file
/etc/passwd disana dapat dilihat user-user yang sudah ada beserta UID
dan groupnya dengan perintah : ~# more /etc/passwd sebagai root.
Membuat
User di Linux.
Untuk
membuat sebuah user di linux (dalam hal ini menggunakan distro
slackware 12) kita dapat mengetikkan syntax di bash/shell linux
useradd namauser contohnya :
#
useradd dendy
#
Namun
pada distro slackware 12 sudah diberikan sebuah tools yang
mempermudah pembuatan user, yaitu adduser. Dengan menggunakan tools
ini untuk membuat user cukup dengan mengetikkan adduser namauser
kemudian setelah itu akan ada insturksi-instruksi untuk melengkapi
pembuatan user hingga passwordnya, pembuatan contohnya :
Tidak
semua form harus diisikan, seperti contoh diatas ada beberapa form
yang dibiarkan default, setelah memasukkan username tinggal enter
sampai pembuatan account selesai.
Set/Reset
Password User di Linux
Lupa
password adalah hal yang sering terjadi pada user, ini biasanya
disebabkan oleh kelalaian user. Namun hal ini bisa diatasi oleh
root, user root dapat mereset password user-user yang ada di mesin
linux itu sendiri. Hal yang paling berbahaya adalah lupa password
root, walaupun ini bisa diatasi tapi akan lebih sulit untuk
dilakukan.
Untuk
mereset dan mengeset password di linux digunakan perintah passwd. Nah
untuk mengeset dan mereset password sendiri cukup dengan perintah
diatas tanpa dibubuhi atribut/opsi dibelakangnya. Hanya saja apabila
root ingin mereset password user lain setelah passwd ditambah dengan
namauser yang akan di set/reset. Contohnya :
$ passwd
set/reset password user yang sedang login
#
passwd dendy set/reset password user dendy
Setelah
mengetikkan syntax diatas maka akan keluar form password dan ikuti
petunjuknya sehingga password berhasil diganti dan mengeluarkan pesan
“password changed.”
Modifikasi
User di Linux
Untuk
memodifikasi user di linux cukup dengan menggunakan perintah usermod,
namun ada beberapa opsi yang terdapat pada usermod antara lain; user
id (UID), group user, home direktory, shell login, comment
(description), login name dll. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas
beberapa opsi diatas.
#
usermod -u 2008 dendy
Ini akan
mengganti user ID fadhly menjadi 1024, user ID merupakan identitas
sebuah user yang berupa angka yang uniq.
#
usermod -g root dendy
Ini akan
mengganti user group fadhly menjadi root, user group adalah kelompok
user yang memiliki privilage tertentu.
#
usermod -d /home/dendy dendy
Ini akan
mengganti home directory dendy ke /home/dendy, home direktori adalah
direktori kerja pada sebuah user. Jika diibaratkan pada windows, home
direktory adalah My Documents.
#
usermod -c “aryandie” dendy
Ini akan
mengganti comment user fadhly menjadi aryandie Comment adalah
description atau Full Name dari sebuah user.
#
usermod -s /bin/bash dendy
Ini akan
mengganti shell login user fadhly menjadi /bin/bash. Shell login
adalah terminal console program pada linux.
#
usermod –l ridha dendy
Ini akan
mengganti login name user fadhly menjadi ridha, login name adalah
nama yang dipakai untuk login ke sebuah mesin linux, login name bukan
merupakan description atau full name. Login name dapat berupa sesuatu
yang tidak berhubungan dengan full name user
manajemen
user merupakan sesuatu yang penting, karena jika salah sistem kita
bisa down karena itu.
Menambah
user baru :
#adduser
atau
#useradd
Mengeset
Password user:
#passwd
nama_user
Mereset
password sendiri
#passwd
$passwd
Mengganti
/ mengedit user
# usermod
Mengganti
Group
# chgrp
Mengganti
login user
# usermod
-l nama_baru nama_lama
Mengganti
Keterangan / Comment user
# usermod
-c keterangan nama_user
Menghapus
user dan home direktorinya
# userdel
-r nama_user
PEMBAHASAN
Percobaan
:
- Login sebagai root = $ sudo su
- Percobaan 1 : Melihat file /etc/passwd dan /etc/group
#
cat /etc/passwd berisi :
Username — nama user yang
diketik saat login sistem
Password — berisi pasword
yang di-enkripsi (atau x bila shadow password digunakan)
User ID (UID) — bilangan
numerik yang ekuivalen dengan username yang menjadi acuan sistem.
Group ID (GID) — bilangan
numerik yang ekuivalen dengan nama group primer yang menjadi acuan
sistem.
GECOS — nama histori,
kolom GECOS[1] bersifat opsional dan digunakan untuk menyimpan
informasi tambahan (seperti nama lengkap user).
Home directory — path
absolut untuk home directory dari user.
Shell — program yang
otomatis dijalankan bila user login. Berupa command intepreter
(biasanya disebut shell)
#
cat /etc/group berisi :
Kolom
yang berada pada tiap baris di file /etc/group.
Group name — nama group.
Group password — Bila di-set,
mengijinkan user yang bukan bagian dari group bergabung ke dalam
group dengan menggunakan printah newgrp dan mengetikkan
password. Jika lebih kecil dari x, maka shadow group password
digunakan.
Group ID (GID) — Bilangan numerik
yang ekuivalen dengan group name.
Member list — daftar user yang
menjadi milik group.
- Percobaan 2 : Menambah group user
#
groupadd friend
#
groupadd classmate
#
groupadd neighbour
#
cat /etc/group
/etc/group
Berisi informasi mengenai group dimana user tergabung. Seperti halnya
file /etc/passwd, file /etc/group juga dapat dibaca oleh seluruh
user. Setiap baris mewakili sebuah group yang terdiri dari 4 kolom
yang dibatasi oleh titik dua (:) .
- Percobaan 3 : Menambah User
#
useradd –g friend bob
#
grep bob /etc/passwd
#
useradd lili
#
passwd lili
#
grep lili /etc/passwd
#
ls –l /home
Ternyata
home direktory setiap user tidak dibuat pada saat pembuatan user
baru.
- Percobaan 4 : Memodifikasi group dari user
Untuk
memodifikasi group dari suatu user dapat digunakan perintah usermod.
# usermod –g
classmate -G friend,neighbour bob
# usermod –g
friend -G classmate lili
- Percobaan 5 : Melihat group dari user
Lihat
group dari seorang user dengan perintah groups.
#
groups bob
#
groups lili
#
groups jane
- Percobaan 6 : Mengubah password user
1.
Root dapat mengubah password dari user.
#
passwd bob
2.
Password yang diubah dengan perintah usermod merupakan file enkripsi,
sehingga tidak dapat digunakan sebagai passwrod pada saat login.
#
useradd –g friend diane
#
usermod –p diane diane
3.
Dapat login dengan perintah
# su diane
4.
Masuk ke diane
# su diane
#passwd
Tidak
bisa mengganti password, karena kita tidak mempunyai hak akses dan
kita harus mengetahui password yang sekarang.
- Percobaan 7 : Menghapus user
Hapus
user dengan menggunakan perintah userdel. Opsi –r untuk menghapus
seluruh isi home directory.
#
userdel –r bob
#
userdel –r lili
#
userdel –r jane
#
userdel –r diane
- Percobaan 8 : Menghapus group
Hapus group dengan
menggunakan perintah userdel.
# groupdel friend
# groupdel
classmate
# groupdel
neighbour
- Percobaan 9 : Menghapus home directory
Hapus home direktory.
#
rmdir /home/bob
#
rmdir /home/lili
#
rmdir /home/jane
#
rmdir /home/diane
ANALISA
: untuk dapat mennambah, menghapus atau mengelompokkan user baru
harus login sebagai root (#) , jadi seorang user tidak dapat
memodifikasi user lain.
Proses dan manajemen proses
Proses adalah Program yang sedang dieksekusi. Setiap kali menjalankan
suatu program, Sistem UNIX melakukan suatu fork, yaitu melakukan
beberapa urutan operasi untuk membuat suatu proses konteks dan kemudian
mengeksekusi program tersebut dalam konteks yang sudah dibuat. Oleh
karena itu kita harus menguasai Manajemen Proses Linux. Manajemen Proses
Linux adalah salah satu hal yang sangat penting yang harus dikuasai
oleh seorang Teknisi Komputer. Kenapa? Karena selain kita mengetahui
proses di Windows, kita harus tahu proses di Linux dan dengan penguasaan
manajemen prose ini kita bisa mengetahui proses apa saja yang running
pada setiap user. Atau dalam suatu jaringan juga kita bisa melakukan
controlling terhadap proses setiap client.
Dalam Manajemen proses beberapa hal penting yang harus dikuasai, yaitu :
1. Mengetahui proses yang terjadi Linux
2. Dapat melakukan proses controlling terhadap proses di Linux
3. Menghentikan proses yang tidak dibutuhkan dan mengurangi performa Linux
TIPE PROSES
Terdapat beberapa tipe proses yang dikenal dalam OS berbasis Linux pada umumnya, antara lain:
IDENTITAS PROSES
Identitas proses memuat beberapa hal penting berikut:

Konsep Pembuatan dan Penghentian Proses
Konsep pembuatan proses pada sistem operasi linux :
2. Proses hasil kopian disebut CHILD
Sedangkan pada proses penghentian pada OS linux, jika telah menyelesaikan pernyataan terakhir, dan meminta pada sistem operasi untuk menghapusnya dengan menggunakan system call exit. Proses mengembalikan semua data (output) ke parent proses melalui system call wait. Kemudian proses dihapus dari list atau tabel sistem, dilanjutkan dengan menghapus PCB.
Penghapusan proses ini akan menjadi sangat kompleks jika ternyata proses yang akan dihentikan tersebut membuat proses-proses yang lain. Pada beberapa sistem, proses-proses anak akan dihentikan secara otomatis jika proses induknya berhenti. Namun, ada beberapa sistem yang menganggap bahwa proses anak ini terpisah dengan induknya, sehingga proses anak tidak ikut dihentikan secara otomatis pada saat proses induk dihentikan.
Parent dapat menghentikan eksekusi proses child dengan menggunakan system call abort. Proses anak dihentikan parent karena beberapa alasan, antara lain :
Dalam Manajemen proses beberapa hal penting yang harus dikuasai, yaitu :
1. Mengetahui proses yang terjadi Linux
2. Dapat melakukan proses controlling terhadap proses di Linux
3. Menghentikan proses yang tidak dibutuhkan dan mengurangi performa Linux
TIPE PROSES
Terdapat beberapa tipe proses yang dikenal dalam OS berbasis Linux pada umumnya, antara lain:
- Interactive : proses yang dimulai (dan dikontrol oleh) shell[i][i][i]. Bisa tampak di luar (foreground) ataupun hanya di dalam (background).
- Batch : proses yang tidak berhubungan dengan terminal, tetapi menunggu untuk dieksekusi secara berurutan (sekuensial).
- Daemon : proses yang dimulai ketika Linux booting dan berjalan secara background. Proses ini menunggu permintaan dari proses lainnya, bila tidak ada request, maka berada dalam keadaan ‘idle’.
IDENTITAS PROSES
Identitas proses memuat beberapa hal penting berikut:
- Process ID (PID) → pengenal unik untuk proses; digunakan untuk menentukan proses-proses mana yang dibawa ke dalam OS saat suatu aplikasi membuat system call untuk mengirim sinyal, mengubah, atau menunggu proses lainnya. PID adalah 32-bit bilangan yang mengidentifikasikan setiap proses dengan unik. Linux membatasi PID sekitar 0-32767 untuk menjamin kompatibilitas dengan sistem UNIX tradisional.
- Mandat (Credentials) → setiap proses harus memiliki sebuah user ID dan satu atau lebih group ID yang menentukan hak proses untuk mengakses sumber daya sistem dan file.
- Personality → tidak ditemukan dalam sistem UNIX, namun dalam Linux setiap proses memiliki sebuah pengenal pribadi (personality) yang dapat (sedikit) mengubah system call tertentu secara semantic. Terutama digunakan oleh library emulation agar system call dapat kompatibel dengan bentuk tertentu UNIX.
- Task Running : Proses yang siap untuk dieksekusi CPU
- Task Interruptable : Proses yang menunggu sebuah kondisi. Interupsi, Sinyal dan aktifitas lain akan membangunkan proses.
- Task Uninterruptable : Proses yang sedang sleep, dan tidak dapat di interrupt oleh signal.
- Task Stopped : Proses yang dihentikan
- Task Zombie : Proses telah berhenti, namun masih memiliki struktur data ditask_struct di task vektor dan masih memegang sumber daya yang tidak digunakan lagi.
Konsep Pembuatan dan Penghentian Proses
Konsep pembuatan proses pada sistem operasi linux :
- Setiap proses diberi nomor khusus sebagai identifikasi yang disebut process identification atau PID berupa angka integer unik.
- Jika proses selesai (Terminated) maka semua sumber daya yang digunakan termasuk PID dibebaskan kembali.
- Proses dibuat menggunakan system call fork() yang sering disebut forking proses
- System call fork() mengkopi proses pemanggil sehingga akan terdapat 2 proses yaitu :
2. Proses hasil kopian disebut CHILD
- Proses CHILD identik dengan proses PARENT-nya tetapi memiliki PID yang berbeda.
- Setelah proses baru (child) berhasil dibuat eksekusi dilanjutkan secara normal di masing –masing proses pada aris setelah pemanggilan system call fork().
- Proses pemanggil (PARENT) dapat melakukan forking proses lebih dari satu kali sehingga memungkinkan terdapat banyak proses CHILD yang dieksekusi.
- Proses CHILD dapat melakukan forking proses seperti halnya PARENT sehingga dapat terbentuk struktur pohon proses.
Sedangkan pada proses penghentian pada OS linux, jika telah menyelesaikan pernyataan terakhir, dan meminta pada sistem operasi untuk menghapusnya dengan menggunakan system call exit. Proses mengembalikan semua data (output) ke parent proses melalui system call wait. Kemudian proses dihapus dari list atau tabel sistem, dilanjutkan dengan menghapus PCB.
Penghapusan proses ini akan menjadi sangat kompleks jika ternyata proses yang akan dihentikan tersebut membuat proses-proses yang lain. Pada beberapa sistem, proses-proses anak akan dihentikan secara otomatis jika proses induknya berhenti. Namun, ada beberapa sistem yang menganggap bahwa proses anak ini terpisah dengan induknya, sehingga proses anak tidak ikut dihentikan secara otomatis pada saat proses induk dihentikan.
Parent dapat menghentikan eksekusi proses child dengan menggunakan system call abort. Proses anak dihentikan parent karena beberapa alasan, antara lain :
- Child mengalokasikan sumber daya melampaui batas
- Tugas child tidak dibutuhkan lebih lanjut
- Parent berhenti, karena system operasi tidak mengijinkan child untuk melanjutkan jika parent berhenti dan terminasi dilanjutkan
Operasi dan struktur directory
Operasi
Direktori
Silberschatz, Galvin dan Gagne
mengkategorikan operasi-operasi terhadap direktori sebagai berikut:
Mencari Berkas
Mencari lewat
struktur direktori untuk dapat menemukan entri untuk suatu berkas tertentu.
berkas-berkas dengan nama yang simbolik dan mirip, mengindikasikan adanya keterkaitan diantara berkas-berkas
tersebut.
Membuat berkas
Berkas-berkas
baru perlu untuk dibuat dan ditambahkan ke dalam direktori.
Menghapus berkas
Saat suatu
berkas tidak diperlukan lagi, berkas tsb perlu dihapus dari direktori.
Menampillkan isi
direktori
Menampilkan
daftar berkas-berkas yang ada di direktori, dan semua isi direktori dari berkas-berkas dalam daftar tersebut.
Mengubah nama
berkas
Nama berkas
mencerminkan isi berkas terhadap pengguna. Oleh karena itu, nama berkas harus
dapat diubah-ubah ketika isi dan kegunaannya sudah berubah atau tidak sesuai
lagi. Mengubah nama berkas memungkinkan posisinya berpindah dalam struktur
direktori.
Akses Sistem
berkas
Mengakses tiap
direktori dan tiap berkas dalam struktur direktori. Sangatlah dianjurkan untuk menyimpan isi dan stuktur dari
keseluruhan sistem berkas setiap jangka waktu tertentu.
Menyimpan juga dapat berarti menyalin seluruh berkas ke pita magnetik. Teknik ini membuat suatu cadangan salinan dari
berkas tersebut jika terjadi kegagalan sistem atau jika
berkas itu tidak diperlukan lagi.
Struktur Directory
a. Direktori Satu Tingkat (Single Level Directory)
Struktur Direktori ini merupakan struktur
direktori yang paling sederhana dimana berkas disimpan dalam direktori yang
sama.
Direktori satu tingkat memiliki keterbatasan, yaitu bila berkas
bertambah banyak atau bila sistem memiliki lebih dari satu pengguna. Hal ini
disebabkan karena tiap berkas harus memiliki nama yang unik.
b. Direktori Dua Tingkat (Two Level Directory)
Membuat
direktori yang terpisah untuk tiap pengguna, yang disebut User File
Directory (UFD). Ketika pengguna login, master directory berkas
dipanggil. MFD memiliki indeks berdasarkan nama pengguna dan setiap entri
menunjuk pada UFD pengguna tersebut. Maka, pengguna boleh
memiliki nama berkas yang sama dengan berkas
lain.
c. Direktori dengan Struktur Tree (Tree-Structured
Directory)
Dalam struktur ini, setiap pengguna dapat membuat sub-direktori sendiri
dan mengorganisasikan
berkas-berkasnya. Dalam penggunaan normal, tiap pengguna memiliki apa yang
disebut direktori saat ini. Direktori saat ini mengandung
berkas-berkas yang baru-baru ini digunakan oleh pengguna.
Terdapat dua istilah, path (lintasan) relatif dan
lintasan mutlak. Lintasan relatif adalah lintasan yang dimulai dari direktori
saat ini, sedangkan lintasan mutlak adalah path yang dimulai dari root
directory.
d.
Direktori dengan Struktur
Graf Asiklik (Acyclic structured Directory)
Direktori dengan struktur tree melarang pembagian
berkas/direktori. Oleh karena itu, struktur
graf asiklik memperbolehkan direktori untuk berbagi berkas atau subdirektori.
Jika ada berkas yang ingin diakses oleh dua pengguna atau lebih, maka struktur ini
menyediakan fasilitas sharing.
e. Direktori dengan Struktur Graf Umum
Masalah
yang timbul dalam penggunaan struktur graf asiklik adalah meyakinkan apakah
tidak ada siklus. Bila
kita mulai dengan struktur direktori tingkat dua dan memperbolehkan pengguna
untuk membuat subdirektori, maka kita akan mendapatkan struktur direktori tree.
Sangatlah mudah untuk
mempertahankan sifat pohon, akan tetapi, bila kita tambahkan
sambungan pada direktori dengan struktur pohon, maka sifat pohon akan musnah dan menghasilkan struktur graf
sederhana.
Sturktur dalam sistem operasi linux
Berikut adalah keseluruhan struktur beserta apa yang berada di dalam sistem operasi Linux :

/ – Root direktori yang membentuk basic sistem file. Semua file dan direktori secara logic berada di dalam root direktori ini walaupun dari lokasi yang berbeza.
/bin – Memuatkan program arahan yang merupakan sebahagian dari sistem operasi Linux. Banyak perintah Linux seperti cat, cp, ls, more, dan tar terletak pada /bin.
/boot – Memuatkan Linux Kernel dan file lain yang diperlukan LILO dan GRUB boot manager.
/dev – Memuatkan semua file penting. Linux melakukan semua operasi utama komputer seperti sebuah file yang special. Semua file seperti ini terletak di /dev.
/etc – Memuatkan semua sistem konfigurasi file dan skrip installation pada /etc/rc.d sub direktori.
/home – Direktori Home menyimpan semua direktori home user.
/lib – Memuatkan file library, termasuk modul driver yang dapat diisi pada sistem boot.
/lost+found – Direktori untuk file yang hilang. Semua partition disk memiliki direktori lost+found.
/media – Direktori untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM, floopy disk dan zip drive.
/mnt – Direktori untuk mounting file sistem sementara.
/opt – Data – data instal / copy untuk aplikasi opsional .
/proc – Direktori istimewa untuk sistem file virtual. Ia mencakupi informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.
/root – Direktori Home untuk root user.
/sbin – Memuatkan file administration yang dapat diakses seperti mount, shutdown, umount.
/srv – Memuatkan data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan oleh sistem.
/sys – Direktori special yang memuatkan informasi mengenai hard disk seperti yang dilihat melalui Linux.
/tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap kali sistem boot.
/usr – Memuatkan sub direktori untuk pelbagai program seperti sistem X Windows.
/usr/bin – Memuatkan file yang dapat diakses untuk pelbagai perintah Linux yang bukan merupakan sebahagian dari OS Linux.
/usr/include – Memuatkan file – file header dari bahasa program C dan C++.
/usr/lib – Memuatkan file – file library untuk bahasa C dan C++.
/usr/local – Memuatkan data lokal. Ia mengadungi direktori yang sama seperti /usr.
/usr/sbin – Memuatkan perintah – perintah administration.
/usr/share – Memuatkan data yang digunakan oleh banyak user sekaligus, seperti file konfigurasi default, gambar dan dokumen.
/usr/src – Memuatkan source code untuk Linux kernel.
/var – Memuatkan pelbagai sistem file seperti log, direktori mail, print dan lain – lain. Yang sering kali berubah kandungannya.
/var/cache – Area penyimpanan untuk cache data berbagai aplikasi.
/var/lib – Memuatkan informasi tentang status aplikasi – aplikasi yang ada. Aplikasi memodifikasi direktori ini semasa melakukan sesuatu kerja.
/var/lock – Memuatkan file yang dikunci supaya ia hanya boleh diguna oleh satu aplikasi saja.
/var/log – Memuatkan log dari aplikasi yang berbeza.
/var/mail – Memuatkan email pemilik.
/var/opt – Memuatkan data variable untuk pakej yang disimpan di direktori /opt.
/var/run – Memuatkan data yang menjelaskan sistem sejak pertama kali dijalankan.
/var/spool – Memuatkan data yang menunggu untuk diproses.
/var/tmp – Memuatkan file sementara, isi direktori ini tidak dihapus semasa sistem dimatikan.
Jika diperhatikan, memang agak sukar untuk kita mempelajari Sistem Operasi (OS) Linux ini berbanding kita menggunakan Windows. Namun demikian, bagi mereka yang sukakan cabaran dan berminat mengenali arahan-arahan sistem Linux ini, panduan di atas mungkin boleh dijadikan sedikit rujukan.
2. Kernel itu software yang menjadi core ( otaknya ) di operating system kayak linux, tujuannya agar hardware dapat dikenali oleh software dan dapat di kendalikan oleh user
/ – Root direktori yang membentuk basic sistem file. Semua file dan direktori secara logic berada di dalam root direktori ini walaupun dari lokasi yang berbeza.
/bin – Memuatkan program arahan yang merupakan sebahagian dari sistem operasi Linux. Banyak perintah Linux seperti cat, cp, ls, more, dan tar terletak pada /bin.
/boot – Memuatkan Linux Kernel dan file lain yang diperlukan LILO dan GRUB boot manager.
/dev – Memuatkan semua file penting. Linux melakukan semua operasi utama komputer seperti sebuah file yang special. Semua file seperti ini terletak di /dev.
/etc – Memuatkan semua sistem konfigurasi file dan skrip installation pada /etc/rc.d sub direktori.
/home – Direktori Home menyimpan semua direktori home user.
/lib – Memuatkan file library, termasuk modul driver yang dapat diisi pada sistem boot.
/lost+found – Direktori untuk file yang hilang. Semua partition disk memiliki direktori lost+found.
/media – Direktori untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM, floopy disk dan zip drive.
/mnt – Direktori untuk mounting file sistem sementara.
/opt – Data – data instal / copy untuk aplikasi opsional .
/proc – Direktori istimewa untuk sistem file virtual. Ia mencakupi informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.
/root – Direktori Home untuk root user.
/sbin – Memuatkan file administration yang dapat diakses seperti mount, shutdown, umount.
/srv – Memuatkan data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan oleh sistem.
/sys – Direktori special yang memuatkan informasi mengenai hard disk seperti yang dilihat melalui Linux.
/tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap kali sistem boot.
/usr – Memuatkan sub direktori untuk pelbagai program seperti sistem X Windows.
/usr/bin – Memuatkan file yang dapat diakses untuk pelbagai perintah Linux yang bukan merupakan sebahagian dari OS Linux.
/usr/include – Memuatkan file – file header dari bahasa program C dan C++.
/usr/lib – Memuatkan file – file library untuk bahasa C dan C++.
/usr/local – Memuatkan data lokal. Ia mengadungi direktori yang sama seperti /usr.
/usr/sbin – Memuatkan perintah – perintah administration.
/usr/share – Memuatkan data yang digunakan oleh banyak user sekaligus, seperti file konfigurasi default, gambar dan dokumen.
/usr/src – Memuatkan source code untuk Linux kernel.
/var – Memuatkan pelbagai sistem file seperti log, direktori mail, print dan lain – lain. Yang sering kali berubah kandungannya.
/var/cache – Area penyimpanan untuk cache data berbagai aplikasi.
/var/lib – Memuatkan informasi tentang status aplikasi – aplikasi yang ada. Aplikasi memodifikasi direktori ini semasa melakukan sesuatu kerja.
/var/lock – Memuatkan file yang dikunci supaya ia hanya boleh diguna oleh satu aplikasi saja.
/var/log – Memuatkan log dari aplikasi yang berbeza.
/var/mail – Memuatkan email pemilik.
/var/opt – Memuatkan data variable untuk pakej yang disimpan di direktori /opt.
/var/run – Memuatkan data yang menjelaskan sistem sejak pertama kali dijalankan.
/var/spool – Memuatkan data yang menunggu untuk diproses.
/var/tmp – Memuatkan file sementara, isi direktori ini tidak dihapus semasa sistem dimatikan.
Jika diperhatikan, memang agak sukar untuk kita mempelajari Sistem Operasi (OS) Linux ini berbanding kita menggunakan Windows. Namun demikian, bagi mereka yang sukakan cabaran dan berminat mengenali arahan-arahan sistem Linux ini, panduan di atas mungkin boleh dijadikan sedikit rujukan.
BEBERAPA PENGERTIAN KERNEL
1.Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi.Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.2. Kernel itu software yang menjadi core ( otaknya ) di operating system kayak linux, tujuannya agar hardware dapat dikenali oleh software dan dapat di kendalikan oleh user
Perintah-Perintah Dasar Linux
Hai semua, selamat datang..........okay kali ini aku membagikan tentang materi TI (Teknik Informasi)
yaitu Linux
Linux, merupakan system operasi yang open source,free dan mudah di kembangkan di ciptakan oleh Linus Torvald , System operasi Linux memiliki banyak beberapa distro di antaranya debian yang termasuk dalam distro ini seperti Ubuntu
1. Melihat identitas diri (nomor id dan group id)
[labkom@labkom-desktop]$ id
pada perintah id fungsinya untuk menampilkan user atau pengguna Linux pada komputer itu dan juga id dari grup .
2. Mengganti prompt dengan “$”
[labkom@labkom-desktop]$ PS1=‖$ ‖
3. Melihat tanggal dan kalender dari sistem
- Melihat tanggal saat ini
$ date
- Melihat kalender
$ cal 9 2002
$ cal -y
Pada perintah date untuk menampilkan tanggal saat itu yang sudah diatur di komputer. Dan untuk perintah cal untuk menampilkan kalender.
Perintah cal -y itu digunakan untuk menampilkan calendar pada tahun yang saat itu diatur di komputer anda, sedangkan cal 9 2002 menampilkan kalender pada bulan september 2002 sesuai dengan perintah yang diketikkan.
4. Melihat identitas mesin
$ hostname
$ uname
$ uname -a
Pada perintah hostname gunanya untuk menampilkan nama local host yg sedang dipakai .
Dan untuk perintah uname gunanya untuk menampilkan informasi dari sistem, dan ketika kita menambahkan -a pada perintah uname maka perintah itu gunanya untuk menampilkan informasi system kernel seperti pada gambar
5. Melihat siapa yang sedang aktif
- Mengetahui siapa saja yang sedang aktif
$ w
$ who
$ whoami
Pada perintah w gunanya untuk menampilkan siapa yang sedang aktif, waktu aktif dan berapa lama aktif. Dan untuk perintah who menunjukkan siapa yang sedang aktif serta waktu aktif. Sedangkan untuk perintah whoami hanya menunjukkan userid yang efektif.
- Mengubah informasi finger
$ chfn xxxxxx
Changing finger information for student. Password:
Name[labkom]: <Nama Pengguna di pc labkom > Office[]: Lab Linux
Office Phone [ ] : 082
Home Phone [ ] : 1234567
Finger information changed.
- Melihat informasi finger
$ finger
$ finger xxxxxxxx
6. Menggunakan manual
$ man ls
$ man man
Pada perintah man digunakan untuk bantuan manual atau untuk mencari tahu fungsi dari sebuah perintah. Sebagai contoh diatas adalah man ls yang menampilkan fungsi dari perintah ls dan deskripsi lebih lengkap tentang perintah ls
Dan jika perintah ls diikuti oleh -k dan disambung dengan sebuah kata kunci fungsinya menjadi pencarian perintah yang deskripsinya mengandung kata kunci yang kita ketikkan.
7. Mencari perintah yang tepat sama dengan kunci yang dicari
$ whatis date
Pada perintah whatis walaupun mempunyai fungsi yang sama dengan apropos yaitu untuk mencari perintah dengan kata kunci tetapi perbedaannya adalah jika apropos akan menampilkan semua perintah yang mengandung kata kunci, itu tidak sama dengan whatis dimana whatis hanya menampilkan yang benar-benar sama atau tepat seperti kata kunci.
8. Manipulasi berkas (file) dan direktori
- Menampilkan current working directory
$ ls
- Melihat semua file lengkap
$ ls –l
- Menampilkan semua file atau direktori yang tersembunyi
$ ls –a
- Menampilkan semua file atau direktori tanpa proses pengurutan
$ ls –f
- Menampilkan isi suatu direktori
$ ls /usr
- Menampilkan isi direktori root
$ ls /
- Menampilkan semua file atau direktori dengan menandai : tanda (/) untuk direktori, tanda asterik (*) untuk file yang bersifat executable, tanda (@) untuk file symbolic link, tanda (=) untuk socket, tanda (%) untuk whiteout dan tanda (|) untuk FIFO.
$ ls –F /etc
- Menampilkan file atau direktori secara lengkap yaitu terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group dan mode atau atributnya.
$ ls –l /etc
- Menampilkan semua file dan isi direktori. Argumen ini akan menyebabkan proses berjalan agak lama, apabila proses akan dihentikan dapat menggunakan ^C (Ctrl+C).
$ ls –R /usr
Pada perintah ls gunanya untuk menampilkan semua file dan direktori yang ada pada file sistem. Dan jika perintah ls diikuti -l pada akhir perintah maka yang akan ditampilkan adalah semua direktori lengkap pada file sistem dan diurutkan menurut abjad. Dan jika menambahkan -a diakhir perintah ls
yang akan ditampilkan adalah semua file maupun direktori yang tersembunyi. Untuk ls /usr digunakan untuk menampilkan semua file dan direktori yang ada pada folder usr sedangkan untuk ls / fungsinya kurang lebih sama dengan ls yaitu menampilkan semua file dan direktori yang ada pada file sistem.
9. Melihat tipe file
$ file
$ file *
$ file /bin/ls
Pada perintah file digunakan untuk mengganti atau melihat tipe file.
- Kita juga dapat mengkopi suatu file yang mana Perintahnya adalah cp. Misalnya diminta untuk mengkopi sebuah file yang bernama f1 dan perintahnya adalah cp /etc/group f1 yang kemudian setelah berhasil dan lalu dilihat dengan perintah ls –l
- Dan untuk mengkopi ke direktori. Pertama membuat sebuah direktori dengan nama Backup setelah itu membuat file f1 dan f3 sehingga kini ada file f1 f2 dan f3 lalu dikopikan ke direktori backup tadi sehingga akan dalam direktori backup akan terisi f1 f2 dan f3.

Kesimpulan
Pada ulasan kali ini kita dapat :
- Menggunakan perintah-perintah dasar untuk informasi pengguna (user).
- Mengenal format instruksi pada sistem operasi Linux.
- Menggunakan perintah-perintah dasar pada sistem operasi Linux.
- Mempelajari utilitas dasar pada sistem operasi Linux.
Semoga bermanfaat bagi anda...
yaitu Linux
Linux, merupakan system operasi yang open source,free dan mudah di kembangkan di ciptakan oleh Linus Torvald , System operasi Linux memiliki banyak beberapa distro di antaranya debian yang termasuk dalam distro ini seperti Ubuntu
1. Melihat identitas diri (nomor id dan group id)
[labkom@labkom-desktop]$ id
pada perintah id fungsinya untuk menampilkan user atau pengguna Linux pada komputer itu dan juga id dari grup .
2. Mengganti prompt dengan “$”
[labkom@labkom-desktop]$ PS1=‖$ ‖
3. Melihat tanggal dan kalender dari sistem
- Melihat tanggal saat ini
$ date
- Melihat kalender
$ cal 9 2002
$ cal -y
Pada perintah date untuk menampilkan tanggal saat itu yang sudah diatur di komputer. Dan untuk perintah cal untuk menampilkan kalender.
Perintah cal -y itu digunakan untuk menampilkan calendar pada tahun yang saat itu diatur di komputer anda, sedangkan cal 9 2002 menampilkan kalender pada bulan september 2002 sesuai dengan perintah yang diketikkan.
4. Melihat identitas mesin
$ hostname
$ uname
$ uname -a
Pada perintah hostname gunanya untuk menampilkan nama local host yg sedang dipakai .
Dan untuk perintah uname gunanya untuk menampilkan informasi dari sistem, dan ketika kita menambahkan -a pada perintah uname maka perintah itu gunanya untuk menampilkan informasi system kernel seperti pada gambar
5. Melihat siapa yang sedang aktif
- Mengetahui siapa saja yang sedang aktif
$ w
$ who
$ whoami
Pada perintah w gunanya untuk menampilkan siapa yang sedang aktif, waktu aktif dan berapa lama aktif. Dan untuk perintah who menunjukkan siapa yang sedang aktif serta waktu aktif. Sedangkan untuk perintah whoami hanya menunjukkan userid yang efektif.
- Mengubah informasi finger
$ chfn xxxxxx
Changing finger information for student. Password:
Name[labkom]: <Nama Pengguna di pc labkom > Office[]: Lab Linux
Office Phone [ ] : 082
Home Phone [ ] : 1234567
Finger information changed.
- Melihat informasi finger
$ finger
$ finger xxxxxxxx
6. Menggunakan manual
$ man ls
$ man man
Pada perintah man digunakan untuk bantuan manual atau untuk mencari tahu fungsi dari sebuah perintah. Sebagai contoh diatas adalah man ls yang menampilkan fungsi dari perintah ls dan deskripsi lebih lengkap tentang perintah ls
Dan jika perintah ls diikuti oleh -k dan disambung dengan sebuah kata kunci fungsinya menjadi pencarian perintah yang deskripsinya mengandung kata kunci yang kita ketikkan.
7. Mencari perintah yang tepat sama dengan kunci yang dicari
$ whatis date
Pada perintah whatis walaupun mempunyai fungsi yang sama dengan apropos yaitu untuk mencari perintah dengan kata kunci tetapi perbedaannya adalah jika apropos akan menampilkan semua perintah yang mengandung kata kunci, itu tidak sama dengan whatis dimana whatis hanya menampilkan yang benar-benar sama atau tepat seperti kata kunci.
8. Manipulasi berkas (file) dan direktori
- Menampilkan current working directory
$ ls
- Melihat semua file lengkap
$ ls –l
- Menampilkan semua file atau direktori yang tersembunyi
$ ls –a
- Menampilkan semua file atau direktori tanpa proses pengurutan
$ ls –f
- Menampilkan isi suatu direktori
$ ls /usr
- Menampilkan isi direktori root
$ ls /
- Menampilkan semua file atau direktori dengan menandai : tanda (/) untuk direktori, tanda asterik (*) untuk file yang bersifat executable, tanda (@) untuk file symbolic link, tanda (=) untuk socket, tanda (%) untuk whiteout dan tanda (|) untuk FIFO.
$ ls –F /etc
- Menampilkan file atau direktori secara lengkap yaitu terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group dan mode atau atributnya.
$ ls –l /etc
- Menampilkan semua file dan isi direktori. Argumen ini akan menyebabkan proses berjalan agak lama, apabila proses akan dihentikan dapat menggunakan ^C (Ctrl+C).
$ ls –R /usr
Pada perintah ls gunanya untuk menampilkan semua file dan direktori yang ada pada file sistem. Dan jika perintah ls diikuti -l pada akhir perintah maka yang akan ditampilkan adalah semua direktori lengkap pada file sistem dan diurutkan menurut abjad. Dan jika menambahkan -a diakhir perintah ls
yang akan ditampilkan adalah semua file maupun direktori yang tersembunyi. Untuk ls /usr digunakan untuk menampilkan semua file dan direktori yang ada pada folder usr sedangkan untuk ls / fungsinya kurang lebih sama dengan ls yaitu menampilkan semua file dan direktori yang ada pada file sistem.
9. Melihat tipe file
$ file
$ file *
$ file /bin/ls
Pada perintah file digunakan untuk mengganti atau melihat tipe file.
- Kita juga dapat mengkopi suatu file yang mana Perintahnya adalah cp. Misalnya diminta untuk mengkopi sebuah file yang bernama f1 dan perintahnya adalah cp /etc/group f1 yang kemudian setelah berhasil dan lalu dilihat dengan perintah ls –l
- Dan untuk mengkopi ke direktori. Pertama membuat sebuah direktori dengan nama Backup setelah itu membuat file f1 dan f3 sehingga kini ada file f1 f2 dan f3 lalu dikopikan ke direktori backup tadi sehingga akan dalam direktori backup akan terisi f1 f2 dan f3.
- perintah cp f1 f3 adalah perintah untuk membuat sebuah file baru dan menimpa file yang sudah ada.
- untuk melihat isi file à cat (nama file )
- untuk mengubah nama file à mv (nama file _ nama doc)
- untuk menghapus sebuah file à rm (nama file )
- untuk mencari kata atau kalimat dalam file à grep
Kesimpulan
Pada ulasan kali ini kita dapat :
- Menggunakan perintah-perintah dasar untuk informasi pengguna (user).
- Mengenal format instruksi pada sistem operasi Linux.
- Menggunakan perintah-perintah dasar pada sistem operasi Linux.
- Mempelajari utilitas dasar pada sistem operasi Linux.
Semoga bermanfaat bagi anda...





